Aceh Utara – Tiga pekan setelah banjir besar melanda sejumlah wilayah di Aceh Utara, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Pase berhasil memfungsikan kembali 11 Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang sebelumnya terdampak bencana tersebut.
Dirut Perumda Tirta Pase, Imran, ST, Kamis (18/12), mengatakan pemulihan dilakukan secara bertahap dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada.
Bencana banjir yang terjadi di Aceh Utara menyebabkan kerusakan pada instalasi, jaringan perpipaan, serta tergangunya pasokan listrik dari PLN.
“Alhamdulillah, hingga memasuki pekan ketiga pascabanjir, sebanyak 11 IPA sudah kembali beroperasi dan mulai menyalurkan air bersih kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pemulihan meliputi pembersihan lumpur dan sampah, perbaikan mesin pompa, panel listrik, serta normalisasi sumber air baku.
Imran juga menjelaskan, suplai air bersih di Unit Pelayanan Baktiya, Seunuddon dan Tanah Jambo Aye pasca banjir di suplai dari IPA induk di Lhoksukon.
Sedangkan, IPA Langkahan belum bisa difungsikan, karena kerusakannya tergolong sangat parah, biasanya suplai air bersih untuk Kecamatan Tanah Jambo Aye dilakukan melalui IPA Langkahan.
“Untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi pengungsi korban banjir, Perumda Tirta Pase juga menyuplai air bersih menggunakan mobil tangki serta air siap minum “Ie Loen” jelasnya lagi.
Air mineral “Ie Loen” merupakan produk andalan milik Perumda Air Minum Tirta Pase.
Meski demikian, pihaknya mengakui masih terdapat beberapa wilayah yang suplai airnya belum optimal. Hal ini disebabkan oleh kerusakan jaringan pipa dan kondisi sumber air yang belum sepenuhnya pulih. (Red)















