Aceh Utara – Tim Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) Poltekkes Kemenkes Aceh sukses melaksanakan implementasi program Diabetes Self-Management Education and Support (DSMES) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Lhoksukon, Aceh Utara yang berlangsung Tanggal 19 – 22 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung interaktif dan berbasis komunitas itu diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari penderita Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 terdeteksi kurang dari 3 tahun, dengan melibatkan peran aktif keluarga serta kader kesehatan gampong.
Program DSMES yang bertajuk “Sabé Seuhat” yaitu sebuah konsep yang mengintegrasikan 8 pilar perilaku kesehatan internasional dengan penguatan karakter kearifan lokal Aceh.
“Fokus utama dari implementasi ini adalah membumikan perilaku hidup sehat agar penderita diabetes baru dapat mengelola kesehatannya secara mandiri dan mencegah komplikasi sejak dini,” ungkap Ketua Tim Pengabmas Poltekkes Kemenkes Aceh, Fitriani Agustina, M.Kep, Ns.Sp.Kep.MB yang didampingi anggota tim Ns. Ainil Yusra, M.Kep, Dr. Agus Hendra Al Rahmad, dan Ns. Anda Syahputra, M.Kes.
Ia menjelaskan, sebelum rangkaian edukasi dan demonstrasi dimulai, tim pengabmas terlebih dahulu melakukan skrining kadar HbA1c (Glycated Hemoglobin) kepada seluruh kelompok sasaran.
Pemeriksaan itu krusial dilakukan di awal guna mengetahui gambaran rata-rata kontrol gula darah pasien secara akurat dalam 3 bulan terakhir, sekaligus menjadi data dasar (baseline) klinis sebelum intervensi program berjalan.
Selain itu, pentingnya intervensi terpadu serta pemantauan yang berkelanjutan pada masa awal diagnosis pasien.
Penderita diabetes yang baru terdeteksi di bawah 3 tahun berada dalam golden period. Melalui implementasi program DSMES ini, kita melatih 8 pilar perilaku kunci secara langsung di lapangan, mulai dari fleksibilitas pola makan (Healthy Eating), aktivitas fisik aman (Being Active), hingga keterampilan taktis penanganan darurat gula darah ekstrem (Problem Solving).

“Sebagai Rencana Tindak Lanjut (RTL), tim akan melakukan monitoring ketat selama 3 bulan ke depan, dan akan dilakukan evaluasi menyeluruh pasca-edukasi untuk melihat perubahan perilaku serta perbaikan klinis pasien,” sebut Fitriani Agustina.
Selama kegiatan itu, Tim Pengabmas Poltekkes Kemenkes Aceh juga memfasilitasi langsung rangkaian pelatihan keterampilan klinis mandiri.
Sebanyak 30 peserta dibimbing secara mikro untuk melakukan simulasi takaran “Piring T” untuk pemenuhan gizi seimbang, mempraktikkan metode senam kaki diabetes untuk menjaga kelancaran darah, serta monitoring pemeriksaan gula darah secara berkala.
Selain itu, diperkenalkan pula sistem pemantauan harian terpadu menggunakan lembar monitoring harian. Instrumen ini akan menjadi alat bantu utama bagi Kader Kesehatan gampong dalam melakukan validasi dan pemantauan kondisi pasien secara berkala saat pelaksanaan kunjungan rumah (home visit) selama masa RTL 3 bulan ke depan.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Lhoksukon, Ibnu Kaldun, SKM, M.Si, menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program berkelanjutan ini.
Menurutnya, kolaborasi dengan akademisi perguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer di tingkat gampong.
“Puskesmas Lhoksukon sangat mengapresiasi implementasi nyata dari program DSMES yang dilakukan oleh Tim Pengabmas Poltekkes Kemenkes Aceh,” ucapnya.
Lebih lanjut, Ibnu Khaldun juga menyebutkan pola penanganan penyakit tidak menular seperti diabetes tidak bisa hanya mengandalkan obat di puskesmas, melainkan harus menyentuh perubahan perilaku di rumah tangga.
“Keterlibatan terpadu antara pasien, pendamping keluarga, dan kader dalam pemantauan harian selama 3 bulan ke depan adalah kunci keberhasilan program promotif dan preventif ini,” kata Ibnu Kaldun.
Implementasi program ini digawangi oleh tim dosen multidisiplin ilmu dari Poltekkes Kemenkes Aceh, yang beranggotakan Fitriani Agustina, M.Kep, Ns.Sp.Kep.MB, Ns. Ainil Yusra, M.Kep, Dr. Agus Hendra Al Rahmad, dan Ns. Anda Syahputra, M.Kes. (Red)















