Aceh Singkil – Sejak dua bulan lalu, dua unit bus sekolah yang biasa melayani pelajar di kawasan Teluk Rumbai dilaporkan berhenti beroperasi alias mogok, akibatnya orang tua pelajar harus mengeluarkan biaya untuk ongkos transportasi ke sekolah masing-masing.
Seperti diketahui, Plt Kadis Pendidikan Aceh Singkil Syama’un Nasution juga merangkap sebagai Kadis Perhubungan Aceh Singkil.
Kondisi itu memicu reaksi keras dari berbagai pihak, salah satunya dari Pemerhati Daerah, Budi Harjo. Ia mempertanyakan keseriusan dan kinerja Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh Singkil dalam menangani fasilitas publik yang menyangkut hajat hidup para pelajar tersebut.
“Kalau memang tidak mampu pegang amanah 2 jabatan mendingan fokus kesalah satu jabatan. Akhirnya anak anak yang jadi korban,” ungkapnya
”Sudah dua bulan bus sekolah tidak beroperasi. Masyarakat tentu bertanya-tanya, ada apa dengan Plt Kadisdik? mengapa persoalan ini terkesan dibiarkan tanpa solusi yang jelas?” ujar Budi Harjo dengan nada kecewa.
Menurut Budi, kehadiran bus sekolah di wilayah Teluk Rumbia bukan sekadar fasilitas kemewahan, melainkan kebutuhan mutlak untuk menjamin akses pendidikan yang merata.
Ia menilai waktu dua bulan adalah durasi yang terlalu lama bagi sebuah dinas untuk menyelesaikan masalah operasional satu unit armada.
Budi mendesak pihak Dinas Pendidikan untuk bersikap transparan dan tidak membiarkan masyarakat berspekulasi liar liar akibat minimnya informasi.
”Kalau kendalanya kerusakan kendaraan, sampaikan. Kalau masalah anggaran, jelaskan. Yang tidak boleh adalah diam sementara anak-anak sekolah dan orang tua menanggung dampaknya,” tegas Budi.
Ia juga mengingatkan agar fasilitas yang dibeli menggunakan uang rakyat tidak telantar begitu saja.
“Ini menyangkut pelayanan publik, jangan sampai aset negara hanya menjadi pajangan di halaman kantor, sementara manfaatnya tidak dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Menanggapi tudingan dan keluhan tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh Singkil, Syam’un, akhirnya buka suara. Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pada Jumat (5/6), Syam’un membenarkan bahwa armada bus sekolah tersebut saat ini sedang tidak bisa melayani siswa.
Ia menjelaskan bahwa mandeknya operasional bus sekolah di Desa Teluk Rumbia disebabkan oleh kombinasi masalah teknis dan finansial.
Bus sekolah saat ini sedang berada di bengkel untuk menjalani perbaikan. Proses perbaikan dan operasional terkendala oleh keterbatasan anggaran yang ada.
Meskipun telah ada klarifikasi dari pihak dinas, masyarakat dan pengamat daerah mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil untuk segera turun tangan mengevaluasi kinerja Disdik.
Warga berharap ada solusi cepat agar anak-anak mereka tidak perlu lagi kesulitan dan bisa kembali ke sekolah dengan aman menggunakan bus fasilitas negara. (ALM)















