Aceh Singkil – Program rehabilitasi mangrove yang dijalankan PT Perkebunan Lembah Bhakti (PT PLB) sejak 2018 tidak hanya berhasil memulihkan kawasan pesisir, tetapi juga melahirkan sumber ekonomi baru bagi masyarakat Desa Kilangan, Kabupaten Aceh Singkil.
Dari ekosistem mangrove yang kembali hidup, kini tumbuh produk unggulan daerah berupa Kerupuk Lokan dan Lokan Crispy yang semakin dikenal sebagai oleh-oleh khas Aceh Singkil.
Hingga saat ini, PT PLB telah menanam sebanyak 51.000 bibit mangrove di lahan seluas 14,74 hektare. Kawasan mangrove yang terus berkembang menjadi habitat berbagai biota pesisir, seperti kepiting bakau, ikan, siput, dan lokan.
Kondisi tersebut membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat yang sebelumnya hanya mengandalkan hasil tangkapan untuk dijual secara langsung.
Seiring meningkatnya ketersediaan lokan di kawasan mangrove, masyarakat mulai mengolah hasil tangkapan tersebut menjadi produk bernilai tambah. Kerupuk Lokan dan Lokan Crispy pun berkembang menjadi produk UMKM yang kini banyak dicari masyarakat maupun wisatawan sebagai buah tangan khas Aceh Singkil.
Administratur PT Perkebunan Lembah Bhakti, M. Asrar Iqbal, mengatakan keberhasilan program rehabilitasi mangrove tidak hanya diukur dari luas kawasan yang berhasil dipulihkan, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.
“Saat kami memulai program penanaman mangrove pada tahun 2018, tujuan utamanya adalah menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Seiring waktu, kami melihat mangrove yang tumbuh dengan baik menghadirkan ekosistem yang semakin kaya. Masyarakat mulai memperoleh manfaat ekonomi melalui aktivitas mencari kepiting, ikan, siput hingga lokan. Potensi inilah yang kemudian kami dorong melalui pengembangan UMKM berbasis hasil mangrove, sehingga lokan tidak hanya dijual sebagai hasil tangkapan, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah seperti Kerupuk Lokan dan Lokan Crispy yang kini menjadi salah satu oleh-oleh khas Aceh Singkil,” ujarnya.
Melihat potensi tersebut, PT PLB melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) terus memperkuat kapasitas pelaku UMKM agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas pasar.
Pada 1 Juli 2026, perusahaan menyerahkan bantuan peralatan produksi kepada dua UMKM di Desa Kilangan. UMKM Kerupuk Lokan menerima mesin pemotong kerupuk, mixer adonan, panci produksi, serta kompor lengkap dengan regulator. Sementara UMKM Lokan Crispy memperoleh bantuan berupa freezer dan spinner berkapasitas lima kilogram.
Menurut M. Asrar Iqbal, dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan agar produk olahan lokan mampu berkembang menjadi komoditas unggulan daerah yang memiliki daya saing lebih tinggi.
“Kami berharap bantuan ini menjadi pemicu bagi pelaku UMKM untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan pada akhirnya menjadikan Kerupuk Lokan serta Lokan Crispy sebagai produk unggulan yang mampu mengharumkan nama Aceh Singkil di tingkat yang lebih luas,” katanya.
Disambut positif oleh para pelaku usaha.
Pemilik UMKM Lokan Crispy, Hermansyah, mengatakan bantuan freezer dan spinner sangat membantu meningkatkan kualitas sekaligus kapasitas produksi usahanya.
“Sebelumnya proses produksi masih dilakukan dengan peralatan yang terbatas. Dengan bantuan ini kami bisa meningkatkan produksi, menjaga kualitas produk, dan memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, pemilik UMKM Kerupuk Lokan, Asdi, menilai bantuan mesin produksi akan mempercepat proses pengolahan sekaligus meningkatkan mutu produk.
“Kami berharap Kerupuk Lokan semakin dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas Aceh Singkil dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.
Bagi PT PLB, keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak berhenti pada pemulihan lingkungan. Perusahaan meyakini ekosistem yang terjaga dapat menjadi fondasi lahirnya berbagai peluang ekonomi baru yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup, dan masyarakat, kawasan mangrove di Aceh Singkil diharapkan terus terjaga sekaligus menjadi sumber lahirnya produk-produk unggulan daerah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. (Red)















