Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Utara Gelar Festival Literasi 2026

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Utara Gelar Festival Literasi 2026
banner 120x600
banner 468x60

Aceh Utara – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Utara menggelar Festival Literasi 2026 dengan tema “Membuka Jendela Dunia Menuju Karya Masa Depan”. Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Utara, Lhoksukon, Kamis (20/8).

Festival itu diikuti oleh peserta dari berbagai jenjang pendidikan yaitu Taman Kanak-kanak (TK), SD, SMP dan SMA/SMK dari sejumlah sekolah di Kabupaten Aceh Utara.

banner 325x300

Dan kegiatan itu juga bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menumbuhkan budaya literasi sekaligus meningkatkan minat baca dan kemampuan berkarya di kalangan generasi muda di Aceh Utara.

Selain mendorong kegemaran membaca, Festival Literasi 2026 juga memberikan edukasi kepada para peserta mengenai literasi keuangan, khususnya pengenalan mata uang rupiah.

Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai cara mengenali dan menggunakan uang rupiah dengan baik serta memahami ciri-ciri keaslian uang untuk menghindari peredaran uang palsu.

Seperti diketahui, Festival Literasi 2026 yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Utara itu juga bekerjasama dengan Bank Indonesia.

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Utara, Teuku Cut Ibrahim, melalui Sekdis Muhammad Taufieq, SE, MSE, mengatakan Festival Literasi 2026 tidak hanya menjadi ajang kegiatan membaca, tetapi juga sarana untuk menemukan dan mengembangkan potensi generasi muda di bidang literasi.

“Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Utara saat ini terus menggalakkan budaya literasi agar generasi muda semakin tertarik dan fokus terhadap kegiatan membaca,” ujar Muhammad Taufieq.

Ia juga menjelaskan, sejumlah materi yang diberikan dalam kegiatan tersebut antara lain pelatihan mendongeng, menulis cerita pendek (cerpen), serta pelatihan terkait resensi buku.

Materi tersebut diharapkan mampu membangun keberanian peserta untuk menuangkan ide, gagasan, pengalaman, dan imajinasi ke dalam bentuk karya.

“Dalam kegiatan literasi ini kita lebih fokus pada pelatihan. Para siswa dilatih untuk berdongeng, menulis cerpen, serta membuat resensi buku,” katanya.

Muhammad Taufieq berharap seluruh rangkaian Festival Literasi 2026 dapat berlangsung sukses dan memberikan dampak positif bagi perkembangan budaya membaca serta kreativitas generasi muda di Aceh Utara. (Red)

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *