Berita  

Delapan IPA Sudah Beroperasi, Suplai Air Bersih Kembali Normal

Kondisi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumda Air Minum Tirta Pase di Kecamatan Langkahan. (Dok.Perumda Tirta Pase)
banner 120x600
banner 468x60

Aceh Utara – Saat banjir melanda Aceh Utara, sejumlah Instalisi Pengolahan Air (IPA) milik Perusahaan Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Pase dilaporkan berhenti beroperasi karena terendam banjir dan hampir 80 persen jaringan pipa ikut rusak.

Setelah Tim Perumda Tirta Pase Aceh Utara bekerja keras siang dan malam untuk memperbaiki jaringan pipa yang rusak, kini delapan IPA sudah beroperasi, sehingga suplai air bersih di lokasi pengungsian dan permukiman penduduk kembali normal.

banner 325x300

Dirut Perumda Tirta Pase, Imran, ST, dalam keterangannya, Sabtu (6/12) mengatakan, pasokan air bersih mulai kembali normal setelah delapan Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang sebelumnya terdampak banjir kini telah kembali beroperasi.

Dirut Perumda Air Minum Tirta Pase, Imran, ST

“Selama perbaikan IPA dan jaringan pipa yang rusak, Perumda Tirta Pase juga telah menyuplai air minum “Ie Loen” galon ke beberapa titik lokasi pengungsian,” kata Imran.

Meski delapan IPA sudah kembali normal, pihaknya juga masih melakukan pemantauan untuk memastikan kualitas air tetap sesuai standar dan distribusi berjalan lancar ke permukiman masyarakat yang terkena dampak banjir.

Adapun 8 IPA yang kembali beroperasi yaitu, IPA Samudera 2 berlokasi di Teupin Punti, IPA Lhoksukon 3 di Meunasah Reudep, Deep Well Simpang Keuramat, IPA Samudera 1 di Krueng Pase, IPA Lhoksukon 1 di Meunasah Asan, IPA Pirak Timu, IPA Cot Girek dan IPA Lhoksukon 2 di Meunasah Asan.

Sedangkan IPA yang belum beroperasi yaitu, IPA Sawang 2 di Glee Dagang, IPA Sawang 1 di Babah Krueng. Kedua IPA tersebut sudah siap operasi, namun masih terkendala oleh pasokan listrik dari PLN.

Sedangkan IPA Langkahan dan IPA Samudera 4 di Geudong dalam kondisi rusak berat.

“Kami menargetkan layanan air bersih kembali normal sepenuhnya dalam waktu dekat, terutama di daerah yang sebelumnya paling terdampak banjir,” tutup Dirut Perumda Tirta Pase, Imran, ST. (Red)

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *