Aceh Utara – Pasca dikepung banjir beberapa waktu yang lalu, sebagian besar warga di Kabupaten Aceh Utara sangat membutuhkan ketersediaan air bersih, disamping itu kebutuhan bahan pokok juga sangat mendesak.
“Kebutuhan air bersih saat ini bukan hanya untuk konsumsi dan MCK, tetapi untuk membersikan rumah dari endapan lumpur yang terbawa arus banjir pekan lalu,” ungkap Junaidi, salah seorang warga di Panton Labu, Aceh Utara.
Pantauan Relasi.news, Senin (1/12) terlihat arus lalu lintas dari Lhokseumawe ke Panton Labu sudah normal, meski sebagian badan jalan negara dimanfaatkan oleh warga untuk menjemur padi dan peralatan rumah tangga lainnya.
Meski arus lalu lintas sudah normal, namun yang menjadi masalah baru yaitu kondisi jalanan yang berdebu dan dikhawatirkan akan menimbuklan masalah bagi kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Dirut Perumda Air Minum Tirta Pase, Imran, ST, mengatakan, hasil identifikasi kami dilapangan terlihat hampir seluruh jaringan pipa air bersih untuk wilayah barat rusak total.
“Alhamdulillah, hari ini kita telah berhasil mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Teupin Punti,” ungkapnya.
Pihaknya juga terus bekerja keras untuk memperbaiki jaringan pipa yang rusak akibat banjir agar kembali bisa beroperasi secara normal. Tutup Dirut Dirut Perumda Air Minum Tirta Pase, Imran, ST. (Red)















