Aceh Utara – Program Studi DIII Kebidanan Aceh Utara Poltekkes Kemenkes Aceh menggelar pelatihan perawatan luka pasca operasi Sectio Caesarea (SC) bagi 44 mahasiswa semester akhir Prodi Kebidanan yang berlangsung Tanggal 11 – 12 Juni 2026.
Kegiatan itu sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi pendampingan ibu nifas, khususnya pada kasus Diabetes Mellitus Gestasional (DMG).
Selama pelatihan, mahasiswa diberikan edukasi, demonstrasi, simulasi praktik, hingga magang di praktik mandiri bidan dan klinik perawatan luka mitra di Lhokseumawe.
Pelatihan tersebut dipimpin oleh tim pengabdi yang diketuai oleh Elizar, SST., MPH dengan anggota Jasmiati, SST., M.Keb, Rosyita, SST., MKM, Kartinazahri, SST., M.Keb, Nova Sumaini Prihatin, SST., MPH, Hendrika Wijaya Kartini Putri, dan Nurmila, SST., M.Kes. Kegiatan juga didukung oleh Tim Laboratorium Kebidanan yang terdiri dari Erlina, SST., M M.Kes, Serlis, SSiT., M.Kes, Nurul Huda, SST., MKM, Marduati, SSiT., MKM, serta Nurlismaina, SSiT., MKM.
Pelatihan melibatkan pelatih perawatan luka dari Klinik Mitra Lhokseumawe dan pimpinan TPMB Salabiah, SSiT yang memberikan pembelajaran langsung terkait teknik perawatan luka post operasi SC pada ibu dengan risiko komplikasi akibat diabetes gestasional.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti pelatihan. Sebelum pelatihan, hanya sebagian peserta yang memiliki pemahaman baik terkait perawatan luka post operasi SC, namun setelah edukasi seluruh peserta menunjukkan peningkatan kemampuan dengan kategori baik.
Mayoritas mahasiswa juga dinilai mampu melakukan tahapan perawatan luka secara tepat mulai dari persiapan tindakan, pelaksanaan, hingga edukasi kepada pasien.
Ketua tim pengabdi Elizar, SST., MPH menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi klinik mahasiswa, tetapi juga mendukung pengembangan jiwa kewirausahaan di bidang pelayanan kesehatan berbasis kebidanan.
Tingginya kebutuhan layanan perawatan luka pasca operasi Sectio Caesarea menjadi peluang bagi lulusan kebidanan untuk mengembangkan pelayanan pendampingan ibu nifas secara profesional dan mandiri.
Melalui pelatihan berbasis praktik langsung ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi tenaga pendamping yang kompeten dalam membantu mencegah komplikasi, mempercepat pemulihan ibu pasca operasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan maternal di masyarakat.(Red)















