Berita  

Ricuh Berimbas Pemukulan Wartawan oleh Oknum TNI di Lapangan Bumigas Aceh Utara

Foto tangkapan layar dari video yang dikirim Ketua PWI Lhokseumawe memperlihatkan kericuhan di Lapangan Sepakbola Bumigas Blang Jruen, Tanah Luas, Aceh Utara, Kamis sore, 27 Agustus 2026.
banner 120x600
banner 468x60

Banda Aceh – Kericuhan antar-supporter yang terjadi di Lapangan Sepakbola Bumigas Blang Jruen, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara telah menyebabkan Ketua Pemuda Gampong Ampeh, Haiqal yang juga berprofesi wartawan diduga jadi korban pemukulan oleh seorang oknum anggota TNI dari Koramil 10 Tanah Luas berinisial H.

Beberapa saat setelah peristiwa itu terjadi, Ketua PWI Kota Lhokseumawe, Sayuti Achmad meneruskan laporan dari lapangan terkait peristiwa yang dialami anggota PWI Lhokseumawe, Haiqal pada kericuhan seusai pertandingan sepakbola di Lapangan Bumigas Blang Jruen, Kamis petang, 27 Agustus 2026.

banner 325x300

Begini laporan yang diteruskan Ketua PWI Kota Lhokseumawe di WAG Anggota PWI Aceh:

“Telah Terjadi kericuhan di lapangan bolakaki Bumigas Blang jruen kecamatan Tanah luas antara kesebelasan Gampong Ampeh vs Gampong Trieng. Setelah selesai pertandingan, salah satu pemain dari Gp. Trieng melakukan selebrasi provokasi di depan supporter Gp. Ampeh yg menyebabkan supporter Ampeh marah dan mencoba menegur sang pemain. Ketua pemuda Gp. Ampeh Haiqal mencoba melerai terjadi kericuhan besar yg mengakibatkan Haiqal terkena pukulan oleh salah seorang oknum tentara dari Koramil 10 Tanah Luas (Hendra).”

Haiqal yang diduga korban pemukulan oknum TNI ditangani tim medis

Dalam laporan yang diteruskan oleh Ketua PWI Lhokseumawe tidak disebutkan kalau insiden pemukulan itu terjadi ketika Haiqal sedang melakukan tugas jurnalistik, tetapi sebagai Ketua Pemuda Gampong Ampeh yang terkena pukulan oleh oknum TNI ketika berusaha melerai ricuh.

Haiqal harus dilarikan ke Puskesmas dan selanjutnya dirujuk ke RSU Cut Meutia Lhokseumawe.

Meskipun Ketua PWI Lhokseumawe tidak menyebut peristiwa itu dialami Haiqal ketika melakukan tugas jurnalistik namun beritamerdeka.net memberitakan Haiqal mengalami pemukulan ketika dalam tugas meliput pertandingan sepakbola antara PS Gampong Ampeh vs Gampong Trieng.

Haiqal dilaporkan sulit bernafas akibat terkena hantaman oleh oknum TNI.

Informasi terbaru yang diterima PWI Aceh menyebutkan insiden itu sudah disikapi oleh Pimpinan Kecamatan Tanah Luas termasuk memintai keterangan semua pihak terkait dengan peristiwa tersebut.

“Hasilnya akan disampaikan dalam bentuk siaran pers (kronologis lengkap) kepada wartawan agar masyarakat bisa mendapatkan informasi yang sebenarnya,” kata seorang wartawan yang telah berusaha memintai konfirmasi dari Dandim Aceh Utara.

Ini Sikap PWI Aceh

Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin didampingi Wakil Ketua Bidang Advokasi Wartawan, Azhari mengatakan pihaknya masih menunggu kronologis lengkap peristiwa itu apalagi insiden tersebut telah menyebabkan seorang wartawan menjadi korban.

“Kami ikut berduka atas kejadian yang dialami seorang wartawan bernama Haiqal. Apapun alasannya, kekerasan oleh oknum aparat keamanan tidak boleh terjadi terhadap siapa pun,” tandas Ketua PWI Aceh. (Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *