Sepuluh Tahun Vakum di Dunia Sepak Bola, Syarifuddin Gana Kembali Melatih Generasi Muda

Bang Gana sedang membreefing anak didiknya sebelum melakukan latihan sepak bola (Foto/Ist)
banner 120x600
banner 468x60

Lhokseumawe – Bagi kalangan pecinta sepak bola di Aceh tentu akan mengenal dengansosok Syarifuddim Ilyas yang biasa disapa “Bang Gana”, pria kelahiran Kandang Tahun 1968 silam itu menghabiskan separuh usianya dilapangan bola kaki.

Setelah lebih kurang sepeluh tahun vakum dalam dunia olahraga pesepak bola dengan berbagai alasan dan pertimbangan, kini Bang Gana mulai melatih sepak bola untuk generasi muda yang bernaung dibawah club Generasi Aneuk Nanggroe (GANA).

banner 325x300

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah aktifkan kembali latihan bola kaki untuk anak-anak aceh. Kami latihkan di lapangan Peudage tepatnya lokasi Gampong Meunasah Mee atau depan kantor Polsek Muara Dua.”ujar Gana kepada wartawan, Rabu (12/7).

Latihan bola kaki itu sudah berlangsung selama dua bulan, dan kini para genarsi muda yang bergabung dalam Club GANA mencapai 25 orang dan latihannya setiap hari Minggu dan Senin.

Gana mengisahkan perjuangan saat dirinya kembali mengaktifkan latihan bola kaki bagi generasi aceh, dimana modalnya hanya keikhlasan dan kenekatan, disamping diberikan fasiltas lapangan oleh gampong Meunasah Mee sebagai tempat latihan.

“Alhamdulillah, disamping itu juga ada rezeki dari usahan jualan, saya sisihkan untuk latihan olahraga. Karena saya meminta sama anak-anak tidak mungkin. Karena bisa memberatkan dan mengganggu konsentrasi mereka untuk latihan. Hanya saya minta dalam satu orang seribu untuk beli minum dan upah orang cuci baju.”jelas Gana yang juga manta ketua harian PSSI Lhokseumawe ini.

Dijelaskanya, club olahraga yang sudah sekian lama mengalami vakum ia aktifkan kembali bertujuan untuk mencari dan membentuk generasi-generasi anak aceh yang handal dan berprestasi dalam bidang olahraga.

Selain itu untuk mencegah generasi- generasi aceh dari kenakalan remaja dan pengaruh narkoba serta hal-hal lainya yang berdampak negatif terhadap generasi anak aceh.

“Apalagi sekarang ini, kita lihat generasi anak aceh kita sudah marak dengan aksi begal maupun tawuran dan sebagainya. Namun kita harapkan dengan adanya kegiatan ini bisa membantu menghindari terjadinya hal hal sedemikian rupa.” kata Gana.

Disamping itu kata Gana, ia berpesan kepada semua club bola kaki yang ada di aceh siap melakukan pertandingan persahabatan dengan club didikanya untuk berlaga di lapangan tempat ia melatih generasi anak aceh di Gampong Meunasah Mee.

“Kami siap menerima bagi siapapun club bola yang ingin menguji pertandingan persahabatan dengan club kami. Bahkan kami siap memberi fasilitas tempat penginapan dan sarapan seadanya kepada mereka¬† yang ada di aceh yang mau datang kesini untuk bertanding dengan club kami.” pungkas Gana.

Gana menambahkan, dimana saat club yang pernah mengantarkan anak-anak aceh berlaga ke negeri kangguru dan bali yang dia pimpin ini. Untuk menghemat biaya semak dan ilalang lapangan bola kaki yang diberikan Gampong Mee ini terpaksa ia bersihkan sendiri dengan mesin potong rumput selama 4 hari.

“Lapangan tempat latihan ini terpaksa kita bersihkan sendiri, karena jika kita bayar upah ongkos potong rumput mahal. Kami tidak punya dana, maka terpakasa saya potong sendiri untuk hemat biaya.”pungkas Gana.(Red)

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *