Aceh Utara – Warga Gampong Blang Reubek, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, digegerkan dengan semburan gas bercampur lumpur yang disertai kobaran api yang mencapai 100 meter ke udara.
Semburan lumpur yang disertai gas dan api diduga akibat adanya aktivitas pengeboran sumur bor untuk pengairan sawah warga di kawasan itu pada Jum’at (22/5) sekira Pukul 02.00 WIB dini hari.
Akibat peristiwa itu, dilaporkan puluhan masyarakat yang yang berdomisili di areal sumburan api harus mengungsi untuk menghindari efek dari semburan itu.
Kapolres Aceh Utara, AKBP Trie Aprianto, S.H., M.H melalui Kapolsek Lhoksukon, AKP Parlindungan Parhusip, dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, semburan lumpur yang disertai gas dan api setinggi 100 meter itu diduga akibat aktifitas pengoboran sumur bor oleh warga setempat.
Ia menjelaskan, peristiwa ini bermula saat warga melakukan pengeboran tanah untuk mencari sumber air demi mengairi lahan pertanian.
Dan aktivitas pengeboran tersebut diketahui telah mendapatkan izin dari perangkat Gampong Blang Reubek.
Namun tak disangka, saat kedalaman tertentu tercapai, dari dalam lubang bor justru keluar material lumpur dan gas. Dan suasana berubah mencekam saat gas tersebut memicu kobaran api hebat yang membubung tinggi ke angkasa disertai suara gemuruh yang keras.
Pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Kendati demikian, radius bahaya memaksa puluhan warga yang tinggal di sekitar lokasi untuk segera mengosongkan rumah mereka.
“Saat ini terdapat 20 rumah dan sekitar 80 jiwa masyarakat yang mengungsi di luar area untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” AKP Parlindungan Parhusip.
Jajaran Polsek Lhoksukom telah mendatangi dan mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengantisipasi warga yang mendekat.
Dan pihak kepolisian juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan semburan gas alam tersebut. (Red)















