Jakarta – Prajurit TNI dari jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama warga membangun Jembatan Gantung Perintis di Desa Teger Miko, Kabupaten Aceh Tenggara pada Jumat (22/5) sebagai upaya membuka akses transportasi di wilayah pedalaman.
Pembantu Letnan Dua (Pelda) Ahmad Saan yang memimpin kegiatan tersebut mengatakan, pembangunan jembatan menjadi bentuk konkret TNI membantu kebutuhan masyarakat, terutama mendukung akses transportasi.
“Pembangunan jembatan diharapkan dapat membantu mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari, terutama dalam membawa hasil pertanian, memperlancar akses ekonomi warga, serta memudahkan anak-anak menuju sekolah,” ujarnya dalam rilis Penerangan TNI AD, Minggu (24/5).
Ia menambahkan, kegiatan gotong-royong seperti ini akan memperkuat hubungan antara Tentara Nasional Indonesia dengan masyarakat.
Selama ini, jelas Ahmad, masyarakat masih mengalami kesulitan melintasi jalur penghubung, terutama saat musim hujan dan debit sungai meningkat.
Karena itu, kehadiran jembatan gantung tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
Dilansir dari Dinas Penerangan Angkatan Darat, sebanyak 12 personel TNI diterjunkan untuk membantu percepatan pembangunan, mulai dari penggalian pondasi, pemasangan material konstruksi, hingga pengecoran tapak utama jembatan. (Red)















