Aceh Utara – Bencana banjir di Aceh Utara, mengakibatkan sebanyak 18 kecamatan di daerah itu dikepung banjir, Pemkab Aceh Utara telah menetapkan status Siaga Darurat Banjir hingga 15 Januari 2026 mendatang.
Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, Muntasir Ramli, dalam keterangan tertulisnya Rabu (26/11) mengatakan, jumlah korban banjir terendam 4.451 jiwa (2668 KK) dan jumlah pengungsi 3.507 jiwa (1.270 KK) dengan 16 titik lokasi pengungsian, Ibu Hamil 15 jiwa, balita 373 jiwa, lansia 148 jiwa, disabilitas 7 jiwa.
Bencana banjir juga telah menimbulkan kerusakan rumah pendudukn di sejumlah wilayah di Aceh Utara, ratusan lahan pertanian dan tambak juga ikut terendam banjir, 8 titik tanggul irigasi dan 1 jembatan di Kecamatan Sawanng dilaporkan putus terbawa arus.
Ia juga mengungkapkan, Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, (Ayah Wa) telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara agar terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan warga yang terjebak banjir, mengingat peralatan dan personil Tim SAR yang dimiliki masih sangat terbatas.
Selain itu, Bupati juga meminta kepada seluruh Kepala OPD agar siaga untuk memudahkan koordinasi terkait penanganan banjir yang semakin meluas akibat intensitas curah hujan tinggi dan jebolnya sejumlah titik tanggul (tebing sungai).
Untuk Dinas Kesehatan, Ayah Wa juga memerintahkan agar seluruh Kepala Puskesmas agar siaga dan mengintrusikan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayan kesehatan kepada para pengungsi, terutama Ibu Hamil, Balita, Anak-anak, Lansia dan Disabilitas.
Mengingat luapan banjir yang semakin meningkat, Bupati menginstruksikan Kadis dan jajaran Dinas PUPR agar segera menggerakkan perataan untuk melakukan normalisasi dibeberapa titik agar genangan banjir dapat teratasi dengan baik.
Untuk jajaran Dinas Sosial, Ayah Wa juga memberikan perintah untuk menyalurkan bantuan masa panik di sejumlah lokasi pengungsian maupun lokasi titik kumpul korban banjir lainnya.
Terakhir, Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil juga meminta kepada seluruh camat agar tetap berada di tempat dan menghimpun informasi di lapangan untuk segera disampaikan kepada pimpinan
“Kita juga menghimbau warga yang berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) agar tetap siaga dan waspada mengingat debit air sungai semakin tinggi akibat curah hujan tinggi dan kedangkalan sungai,” tutup Jubir Pemkab Aceh Utara, Muntasir Ramli. (Red)















