Lhokseumawe – Anggota DPD RI Asal Aceh, Azhari Cage, S.IP menilai kehadiran negara dalam penanganan bencana banjir bandang di Aceh masih belum optimal. Hal itu disampaikannya saat bertemu dengan wartawan di Lhokseumawe, Jum’at (19/12).
Menurut Azhari, respons pemerintah masih cenderung lambat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana seperti logistik, layanan kesehatan, dan tempat pengungsian yang layak.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan lemahnya kesiapsiagaan negara dalam menghadapi bencana yang kerap terjadi di Aceh.
“Setiap kali bencana datang, masyarakat selalu menjadi pihak yang paling dirugikan, karena sudah hampir tiga pekan pasca banjir belum ada peregerakan yang bererti daru negara,” tegas Senator yang juga Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unimal itu.
Ia menambahkan, sejumlah pengungsi masih kesulitan mendapatkan air bersih, makanan bergizi, serta layanan medis. Selain itu, koordinasi antarinstansi dinilai belum berjalan efektif di lapangan.
Azhari juga menyoroti pentingnya upaya mitigasi bencana yang berkelanjutan, bukan hanya penanganan saat bencana terjadi. Menurutnya, pemerintah perlu lebih serius dalam memperbaiki tata kelola lingkungan dan memperkuat sistem peringatan dini.
“Bencana di Aceh bukan hal baru. Negara seharusnya sudah belajar dan lebih siap, baik dari sisi pencegahan maupun penanganan pascabencana,” kata Cage yang juga mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Azhari Cage juga menyebutkan, seluruh anggota DPD RI dan DPR RI asal Aceh sudah sepakat untuk terus mendesak agar Presiden Prabowo Subianto menetapkan bencana Sumatera sebagai Bencana Nasional.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah warga masih bertahan di lokasi pengungsian sambil menunggu bantuan lanjutan dan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana. (Red)















