Polkam  

TNI AL Kirim Lagi Kapal Perang ke Pasifik, Kemenko Polkam Kumpulkan Lembaga di KRI Wahidin

KRI Wahidin Sudirohusodo-991 saat pertama kali dilepas dari Jakarta menuju Pasifik dalam rangka misi port visit
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta – TNI AL bersiap kembali memberangkatkan armada kapal perang dalam misi diplomasi maritim ke kawasan Pasifik dan Oseania. Pelayaran muhibah (port visit) kali ini menjadi misi ketiga yang dikerahkan oleh matra laut ke wilayah tersebut.

Untuk mematangkan kesiapan operasional, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) mengumpulkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Rapat koordinasi lanjutan ini digelar di atas KRI Wahidin Sudirohusodo-991 yang sedang bersandar di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (3/6).

banner 325x300

Rapat lintas sektoral tersebut dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam Mohammad K. Koba. Agenda utama pertemuan membahas penguatan keterlibatan (engagement) diplomasi Indonesia di Pasifik sepanjang tahun ini.

Pertemuan ini turut melibatkan komando pelaksana operasional matra laut. Asisten Operasi Pangkoarmada II Kolonel Laut (P) I Gede Putu Iwan hadir untuk memastikan kesiapan teknis kapal bantu rumah sakit tersebut sebelum bertolak.

Pelayaran tahun 2026 ini sekaligus mempertegas konsistensi peran KRI Wahidin Sudirohusodo-991 sebagai pangkalan bergerak penunjang diplomasi pertahanan negara. Sebelum misi ketiga ini dirancang, kapal bantu rumah sakit buatan dalam negeri tersebut tercatat sudah dua kali sukses menembus perairan Pasifik Selatan.

Misi perdana KRI Wahidin ke Pasifik Selatan terlaksana pada Oktober 2024 dengan menyambangi Kepulauan Solomon, Fiji, Vanuatu, dan Papua Nugini untuk menguji keandalan kapal. Pada misi kedua September 2025, KRI Wahidin berduet dengan kapal kombatan utama KRI RE Martadinata-331 menuju Papua Nugini.

Keberhasilan dua pelayaran terdahulu menjadi landasan kuat bagi pemerintah untuk kembali menggelar diplomasi lunak (soft power diplomacy) yang efektif tahun ini. Kehadiran TNI AL di kancah regional mengemban misi perdamaian serta kepedulian nyata terhadap masyarakat di negara-negara sahabat.

“Port visit merupakan instrumen diplomasi strategis yang tidak hanya perkuat hubungan antarnegara, tetapi juga perluas pengaruh positif Indonesia di kawasan melalui pendekatan damai, konstruktif, dan berorientasi pada manfaat nyata,” ujar Koba, dikutip dari keterangan Humas Kemenko Polkam RI, Kamis (4/6).

Melalui misi kemanusiaan ini, pemerintah kembali mendorong terciptanya hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact) yang erat. Setiap kegiatan sosial dan pelayanan kesehatan selama kapal berlabuh dirancang untuk memberikan dampak instan bagi warga lokal.

Indonesia juga berkomitmen mendukung pembangunan dan stabilitas di kawasan Pasifik melalui mekanisme dana hibah yang sudah berjalan. Langkah konkret ini berjalan selaras dengan instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali agar jajaran matra laut terus mengoptimalkan diplomasi angkatan laut (naval diplomacy)

.“Kehadiran unsur TNI AL secara damai merupakan bagian dari diplomasi maritim Indonesia. Langkah ini tegaskan komitmen Indonesia untuk membangun kepercayaan, memperkuat persahabatan, dan menjaga stabilitas kawasan,” tambah Koba. (Red)

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *