Jakarta – TNI Angkatan Udara (TNI AU) membentuk skadron terbaru, yaitu Skadron Udara 18 yang akan mengoperasikan pesawat Falcon 8X.
Melansir berbagai sumber, pengoperasian pesawat Falcon di TNI AU diawali dengan penggunaan pesawat Falcon interim, yakni Falcon 7X dan Falcon 8X, yang tiba di Tanah Air pada Desember 2022.
Kedua pesawat asal Prancis tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan penerbangan VIP dan VVIP.
Setahun berselang, TNI AU menerima pesawat Falcon 8X pertama dengan nomor registrasi A-0801 dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI di Lanud Halim Perdanakusuma pada 8 November 2023
Kehadiran Falcon 8X menjadi tambahan kekuatan untuk armada Komando Pengendalian Angkatan Udara (Kodal) TNI AU, khususnya untuk mendukung tugas-tugas serta mobilitas pimpinan dalam menjalankan tugas kenegaraan.
Pesawat tersebut memiliki keunggulan berupa jarak tempuh yang jauh serta kemampuan untuk mendarat di landasan pendek.
Saat ini, TNI AU mengoperasikan empat unit Falcon 8X. Penyerahan keempat pesawat tersebut secara simbolis dilakukan oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Lanud Halim Perdanakusuma pada 18 Mei 2026.
Penambahan kemampuan tersebut kemudian mendorong TNI AU melakukan penguatan organisasi melalui pembentukan Skadron Udara 18.

Satuan ini disiapkan untuk meningkatkan kesiapan operasional, khususnya dalam mendukung penerbangan VIP dan VVIP yang aman, andal, serta profesional.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono meresmikan satuan baru itu di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (18/6).
“Dukungan penerbangan VIP dan VVIP merupakan amanat kehormatan yang menuntut profesionalisme, keamanan, serta tanggung jawab yang tinggi. Setiap misi membawa kepercayaan negara sekaligus mencerminkan kualitas pengabdian TNI Angkatan Udara dalam mendukung tugas-tugas kenegaraan,” pungkas Tonny.
Selain peresmian satuan, Marsekal Tonny turut mengukuhkan Letkol Pnb Rachmad Syaputra sebagai komandan Skadron Udara 18. (IDM)















