Lhokseumawe – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Museum Kota Lhokseumawe, Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe menggelar Festival Seni dan Budaya sebagai upaya melestarikan warisan budaya serta memperkenalkan kekayaan seni tradisional kepada masyarakat.
Selain pergelaran festival seni dan budaya, kegiatan itu juga turut dirangkai dengan pameran temporer yang menyedot perhatian yang datang ke lokasi acara di Museum yang bersebelahan dengan Masjid Islamic Centre Lhokseumawe.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe dengan mengusung tema “Menghidupkan Sejarah dan Melestarikan Budaya Lokal” yang berlangsung sejak Tanggal 29 – 31 Oktober 2026.
“Penyelenggaran acara ini menjadi salah satu momentum penting untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap sejarah, seni, dan budaya lokal, khususnya budaya Aceh yang memiliki nilai sejarah dan kearifan lokal yang tinggi,” ungkap Sekda Kota Lhokseumawe, A. Haris, S.Sos., M.Si, saat membuka kegiatan pameran temporer dan festival seni dan budaya, Kamis (29/10).
Sekda juga mengatakan, festival seni dan budaya ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para seniman, pelaku budaya, komunitas seni, serta generasi muda untuk menampilkan kreativitas dan memperkenalkan berbagai kesenian tradisional kepada masyarakat luas.

Lebih lanjut, ia juga menyebutkan, selain sebagai ajang hiburan dan apresiasi seni, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal sejarah dan menjaga identitas budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
“Dengan terselenggaranya Festival Seni dan Budaya tersebut, Museum Kota Lhokseumawe diharapkan semakin dikenal masyarakat serta mampu menjadi ruang publik yang aktif dalam menjaga dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang,” kata Sekda A. Haris, S.Sos., M.Si yang didampingi Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Fauzi, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Dinas, Sri Aryati, S.Pd., M.Pd., serta Kepala Bidang Kebudayaan, Abdul Fathah, S.Ag.
Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pembukaan pameran temporer koleksi museum, dilanjutkan pembukaan Festival Seni dan Budaya serta penampilan talenta. Selanjutnya, pada Jumat (30/10), diadakan berbagai perlombaan seni dan budaya, meliputi Lomba Hikayat, Lomba Rapai, Lomba Canang, serta penampilan talenta.
Sementara itu, pada Sabtu (31/10), rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Lomba Baca Puisi dan Lomba Vokal Solo, yang kemudian ditutup dengan penutupan Festival Seni dan Budaya serta pembagian hadiah kepada para pemenang.

Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Fauzi, S.Pd., M.Pd, mengatakan, dengan adanya pergelaran seni dan budaya, diharapkan Museum Kota Lhokseumawe semakin dikenal sebagai ruang edukasi, pelestarian sejarah, dan pengembangan kebudayaan daerah, sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, serta melestarikan warisan budaya lokal.
“Peringatan HUT ke-8 Museum Kota Lhokseumawe diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap pelestarian benda bersejarah dan kekayaan budaya daerah,” ungkap Fauzi, S.Pd, M.Pd pada saat menutup kegiatan itu. Sabtu (31/10).
Ia juga menyebutkan, keberadaan museum bukan hanya sebagai tempat pajangan benda-benda bersejarah, tetapi museum harus ruang edukasi dan apresiasi budaya bagi masyarakat. (Adv)















