Aceh Utara – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pase mengalami keterbatasan armada mobil tangki dalam mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Utara.
Kondisi ini menyebabkan penyaluran air belum dapat menjangkau seluruh lokasi pengungsian secara maksimal.
Direktur Utama Perumda Tirta Pase, Imran, ST, dalam keteranganya kepada wartawan, Kamis (1/1), mengatakan saat ini pihaknya hanya mengoperasikan dua unit mobil tangki milik Perumda Tirta Pase dan 1 unit dari Dinas Perkim Aceh.
“Kami hanya memiliki 2 unit armada tangki, dan hanya 1 unit saja masih dalam kondisi prima,” jelasnya.
Sementara kebutuhan air bersih di sejumlah lokasi warga terdampak banjir yang mengungsi terus meningkat, kebutuhan air bukan hanya untuk MCK, tetapi untuk membersihkan sisa-sisa lumpur yang mengendap dalam rumah.
“Permintaan air bersih cukup tinggi, terutama di daerah yang sumurnya terendam banjir. Namun armada tangki yang kami miliki terbatas, sehingga distribusi harus dilakukan secara bergantian,” ujarnya.
Meski demikian, Perumda Tirta Pase tetap berupaya melakukan pendistribusian air secara rutin ke titik-titik pengungsian dan permukiman yang paling membutuhkan.
Perusahaan air bersih itu juga mendistribusikan air galon siap minum “Ie Loen” agar masyarakat yang terdampak banjir bisa langsung mengkonsumsinya.
Sementara itu, warga terdampak banjir mengaku kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak dan mandi.
Mereka berharap distribusi air dapat ditingkatkan selama masa tanggap darurat banjir. (Red)















