Aceh Utara – Bencana banjir yang melanda hampir seluruh wilayah di Aceh Utara pada akhir November 2025 lalu, mengakibatkan sebanyak 12 Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumda Tirta Pase mengalami kerusakan yang parah, akibatnya pasokan air bersih untuk masyarakat terdampak banjir dan pelanggan ikut terganggu.
Diantara 12 IPA yang rusak terdampak banjir, IPA Langkahan termasuk yang mengalami kerusakan yang cukup serius dan membutuhkan anggaran yang besar dan waktu perbaikan yang terbilang lama.
Dirut Perumda Tirta Pase, Imran, ST, dalam keterangannya kepada wartawan, Jum’at (9/1) mengatakan, setelah melalui proses yang melelahkan dan menyita perhatian seluruh personel Perumda Tirta Pase sejak Tanggal 27 November 2023 – 9 Januari 2026 akhirnya IPA Langkahan yang rusak berat kini bisa beroperasi kembali.
“Dengan beroperasinya IPA Langkahan, maka dapat dipastikan Perumda Tirta Pase telah berhasil mengoperasikan kembali 12 unit IPA yang rusak terdampak banjir,” ungkap Imran dengan nada puas.
Saat ini, Perumda Tirta Pase juga sudah mengerahkan 2 armada truk tangki ke Langkahan agar bisa mensuplai air ke sejumlah desa dan pemukiman lainnya di kawasan Langkahan.
Dengan kembali beroperasinya IPA Langkahan, maka jarak tempuh semakin dekat, dibandingkan sebelumnya harus mengambil air ke IPA Lhoksukon baru diantar ke Langkahan.

Ia juga menambahkan, meski 12 IPA bisa beroperasi kembali, namun proses perbaikan IPA dan seluruh jaringan itu bersifat mitigasi untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat korban banjir dan pelanggan lainnya.
Imran juga menyebutkan, upaya mitigasi bencana yang dilakukan Perumda Tirta Pase semata-mata untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat yang terdampak banjir.
Lebih lanjut, Dirut Perumda Tirta Pase itu mengungkapkan kenapa perbaikan seluruh jaringan membutuhkan waktu yang lama. Menurutnya, 12 IPA dan seluruh jaringan mengalami kerusakan parah baik dari hulu hingga hilir.
“Maka proses perbaikan dilakukan secara darurat dengan menggunakan peralatan seadanya, setelah jaringan seluruhnya tersambung lalu mengaliri air dalam pipa dan di situlah baru dilakukan identifikasi untuk mengetahui ada tidaknya kebocoran pipa dan cara seperti itu proses perbaikan baru bisa dilakukan,” imbuhnya.
Proses perbaikan seluruh jaringan hingga IPA, Perumda Tirta Pase harus mengeluarkan biaya yang besar, namun karena kekompakan dan kolaborasi seluruh karyawan tetap konsisten melakukan perbaikan sejak Tanggal 27 November 2025 hingga hari ini Jum’at 9 Januari 2026.
“Ini sebagai bentuk tanggung jawab dan empati perusahaan terhadap bencana ini, dan demi keberlangsungan perusahaan agar tetap berjalan dengan normal,” kata Imran lagi.
Dirut Perumda Tirta Pase, Imran, ST juga mengucapkan terima kasih atas keja keras dan dedikasi seluruh karyawan dalam melaksanakan tugas, semoga mitigasi ini menjadi catatan pembelajaran bagi pola penanganan situasi darurat di sektor penyediaan air bersih saat bencana.(Red)















