Aceh Utara – Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 2 Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, terpaksa dipindahkan ke tenda darurat pascabanjir yang melanda wilayah tersebut. Sejumlah ruang kelas sekolah rusak dan tidak dapat digunakan akibat terendam air.
Kepala SDN 2 Langkahan, Rusli, S.Pd, kepada wartawan, Rabu (7/1) mengatakan, sejak hari pertama masuk sekolah, seluruh siswa belajar dibawah tenda yang telah disediakan oleh pemerintah.
Bencana banjir yang melanda di kawasan itu, mengakibatkan 5 Ruang Kelas Belajar (RKB) hilang tersapu banjir, sedangkan RKB lainnya termasuk kantor administasi dan ruang MCK mengalami kerusakan yang sangat parah dan seluruh inventaris sekolah tidak bisa digunakan lagi.
“Kondisi tersebut membuat proses belajar mengajar dilakukan dibawah tenda,” ungkap Rusli lagi.
Ia juga menyebutkan, untuk menjaga agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, kami memanfaatkan tenda darurat sebagai ruang kelas sementara.
Pantauan di lokasi menunjukkan para siswa dengan memakai pakaian bebas tetap mengikuti pelajaran meski dengan fasilitas terbatas.
Guru-guru berupaya menyesuaikan metode pembelajaran agar siswa tetap fokus dan nyaman belajar di tengah kondisi darurat.
Pihak sekolah berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk membantu percepatan perbaikan fasilitas sekolah yang rusak.
“Selain perbaikan ruang kelas, sekolah juga membutuhkan bantuan perlengkapan belajar guna menunjang proses pendidikan para siswa,” harap Kepala SDN 2 Langkahan, Rusli, S.Pd. (Red)















