Jakarta – TNI AL memperkuat sinergi internasional untuk menghadapi ancaman sabotase infrastruktur bawah air. Melalui pertemuan Navy to Navy Staff Talks ke-7, Indonesia dan Belanda sepakat menjajaki kolaborasi dalam pengembangan seabed warfare atau peperangan dasar laut.
Pertemuan strategis yang berlangsung di Jakarta, Jumat (24/4) ini dipimpin langsung oleh Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksda Yayan Sofiyan bersama Direktur Operasi Angkatan Laut Kerajaan Belanda Laksma Franks Lenssen. Kedua negara menyadari, perlindungan kabel komunikasi laut dan pipa energi kini menjadi prioritas keamanan global yang sangat vital.
Lindungi Infrastruktur Vital
Eskalasi ancaman terhadap kabel bawah laut yang menjadi tulang punggung internet dunia memicu TNI AL untuk meningkatkan kapabilitas teknologi sensor dan pemantauan. Belanda, yang memiliki pengalaman panjang dalam teknologi kelautan, menjadi mitra strategis bagi Indonesia dalam mendalami taktik perlindungan dasar samudra.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul menjelaskan, kerja sama ini bertujuan untuk merespons dinamika ancaman maritim yang semakin kompleks. Ia menekankan, penguasaan medan dasar laut merupakan kunci keberlanjutan hidup masyarakat modern.
“TNI AL dan Angkatan Laut Belanda berkomitmen memperdalam kolaborasi pada sektor peperangan dasar laut. Langkah ini krusial untuk mengamankan jalur pipa gas dan kabel optik bawah laut yang perannya sangat vital bagi kelangsungan hidup manusia saat ini,” ujar Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal.
Pertukaran Perwira dan Marinir
Selain fokus pada teknologi dasar laut, kedua delegasi menyepakati peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program pertukaran pendidikan akan melibatkan para taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) hingga prajurit Korps Marinir dari kedua belah pihak.
Lenssen turut memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan TNI AL dalam menyelenggarakan Asean Plus Cadet Sail 2026. Kegiatan tersebut dinilai sukses memupuk persaudaraan pelaut dunia sejak dini, termasuk bagi tiga kadet Belanda yang turut serta dalam pelayaran tersebut. (Red)















