Aceh – Fasilitas kantin sekolah dinilai belum memenuhi kelayakan untuk dijadikan dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapur MBG membutuhkan sarana dan prasarana yang memenuhi standar kebersihan, keamanan pangan, serta kapasitas pengolahan makanan.
Pernyataan itu disampaikan Pengurus Yayasan Adhiguna Cakrawala Lebak, T Miftahuddin, S.Pd, M.Pd kepada Relasi.news, Kamis (10/9).
Menurutnya, wacana menjadikan kantin sekolah sebagai dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa perlu dikaji ullang dan hingga saat ini bisa dipastikan belum layak.
“Melihat aturan yang diberikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) kepada pengelola SPPG sangat ketat dan harus sesuai dengan SOP berbagai aspek,” ungkap T Miftahuddin yang juga mantan Kabid Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Aceh itu.
Ia menjelaskan, ada beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain kondisi ruang produksi, kebersihan lingkungan, ketersediaan air bersih, tempat penyimpanan bahan makanan, serta fasilitas pendukung lainnya.
Penggunaan kantin sebagai dapur MBG tanpa didukung fasilitas yang memadai dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas dan keamanan makanan yang disalurkan kepada siswa.
“Seharusnya pemerintah tidak perlu lagi mewacanakan program MBG dilakukan di kantin sekolah, tetapi cukup menyempurnakan SPPG yang telah ada dan terus memberikan pembinaan yang lebih ketat,” tutup T Miftahiddin. (Red)















