Aceh Utara – Pasca banjir bandang yang melanda hampir seluruh wilayah Aceh Utara, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pase mengalami kerusakan jaringan distribusi air bersih secara menyeluruh yang berdampak pada terganggunya layanan air bersih kepada masyarakat dan pelanggan lainnya.
“Kami sangat memahami kondisi yang dirasakan masayakat yang terdampak banjir dan sangat membutuhkan air bersih, namun upaya perbaikan terus dilakukan secara bertahap,” ungkap Dirut Perumda Tirta Pase, Imran, ST, Kamis (8/1).
Ia juga menjelaskan, perbaikan yang dilakukan saat ini hanya sebatas untuk mitigasi, sedangkan untuk perbaikan yang permanen membutuhkan anggaran yang besar serta harus ada dukungan anggaran dari Pusat.
Saat ini, suplai air bersih untuk Kecamatan Baktiya Barat, Baktiya, Seunuddon dan Tanah Jambo Aye dilakukan melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lhoksukon
Namun, tekanan air untuk menyuplai ke kawasan itu belum stabil karena masih menggunakan pompa darurat sambil melakukan perbaikan secara menyeluruh.
Untuk mengantisipasi kelangkaan air bersih, Perumda Tirta Pase sedang mengupayakan suplai air ke Kecamatan Tanah Jambo Aye dapat dilakukan dari IPA Langkahan supaya aliran air bisa merata.
Sedangkan IPA Langkahan sedang dilakukan perbaikan karena mengalami kerusakan yang sangat parah, bahkan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo sudah meninjau ke lokasi dan berjanji akan membangun IPA Langkahan dengan kapasitas 70 liter perdetik.
“Untuk kebutuhan air di kawasan Baktiya Barat, kita masih mengandalkan suplai dari IPA Lhoksukon untuk alirkan ke Kecamatan Baktiya, Seunuddon hingan Kecamatan Tanah Jambo Aye,” jelas Imran.
Imran juga menyebutkan, kerusakan jaringan air bersih yang dialami Perumda Tirta Pase akibat banjir bandang itu bukan hanya pada jaringan induk saja, tetapi juga mengalami kerusakan jaringan distribusi ke rumah-rumah pelanggan.
“Selama ini, kami terus bekerja untuk memperbaiki jaringan yang membutuhkan biaya yang sangat besar, untuk sementara layanan dan tagihan kepada pelanggan juga ikut terhenti,” kata Imran
Pihaknya memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan dan masyarakat yang terdampak banjir karena perbaikan terus dilakukan agar pelayanan air bersih dapat kembali normal dan lebih stabil ke depannya. (Red)















