Aceh Utara – Warga terdampak angin kencang di Kecamatan Nibong, Aceh Utara, menolak bantuan bahan pokok yang disalurkan PT Pema Global Energi (PGE).
Penolakan itu dilakukan lantaran jumlah bantuan dinilai tidak memadai untuk mencukupi kebutuhan korban bencana.
Keuchik Gampong Nibong Wakeuh, Muhammad Isa, mengatakan seluruh desa yang warganya menjadi korban angin kencang sepakat mengembalikan bantuantersebut.
Ia menegaskan penolakan bukan karena tidak bersyukur, tetapi karena jumlah yang diberikan sangat tidak layak jika dibagi untuk semua korban.
“Kalau ingin membantu, tolong diberikan dalam jumlah yang pantas. Ini memang terlalu sedikit. Misalnya, kalau beras dibagi, setiap warga hanya dapat dua bambu. Telur cuma dua butir, begitu juga minyak dan gula,” ujar Muhammad Isa kepada wartawan, Senin (14/7).
Bantuan bahan pokok dari PT PGE sebelumnya diambil aparatur desa di Kantor Kecamatan Nibong. Namun setelah dihitung, warga memutuskan meletakkan kembali paket bantuan tersebut di depan pagar kantor perusahaan. (Red)















