Aceh Utara – Untuk memperkuat dukungan dan atensi bagi penderita diabetes, tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Poltekkes Kemenkes Aceh membentuk Diabetes Support Group bersama penderita Diabetes Melitus di RSUD Cut Meutia, Buket Rata, 6 Agustus 2026 lalu.
Ketua tim Pengmas Poltekkes Kemenkes Aceh, M Jamil Fauzi, M.Kes, dalam keterangan tertulis kepada Relasi.news, Selasa (27/10) mengatakan, tim Pengmas bersama dosen dan mahasiswa telah membentuk Diabetes Support Group bagi penderita Diabetes Melitus.
“Tujuan pembentukan Diabetes Support Group untuk meningkatkan kepatuhan terapi, memperkuat pemahaman tentang pengelolaan diabetes dan membangun dukungan sosial antar penderita Diabetes,” ungkap M Jamil, M.Kes.
Ia menjelaskan, pembentukan grup tersebut diawali dengan konsolidasi bersama Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan RSU Cut Meutia, Yusrizal, SKM, M.Kes. Kemudian dilanjutkan dengan pengenalan tim dan penyampaian informasi kepada pasien di Poliklinik Konsulen (Endokrin).
Ada sebanyak 15 penderita Diabetes Melitus yang mengikuti kegiatan yang mencakup edukasi kepatuhan pengobatan, pemeriksaan rutin, pengaturan pola makan, aktivitas fisik serta pengelolaan aspek psikologis dan sosial.
“Melalui pembentukan Diabetes Support Group ini kami ingin menghadirkan wadah bagi penderita Diabetes untuk saling berbagi pengalaman, memberikan motivasi dan mengingatkan satu sama lain agar tetap patuh menjalani terapi serta menerapkan pola hidup sehat,” Ketua Tim Pengabdian Masyarakat M. Jamil Fauzi, M.Kes didampingi anggota tim Said Taufiq, M.Kes dan Sulaiman, MA.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Diklat RSUD Cut Meutia, Yusrizal, SKM., M.Kes juga ikut memberikan apresiasi terhadap pembentukan Diabetes Support Group dan edukasi lebih lanjut.
Menurutnya, program yang dilaksanakan oleh tim Pengmas Poltekkes Kemenkes Aceh iti sangat positif dan ikut membantu dalam memberikan pelayanan bagi penderita Diabetes Melitus di RSUD Cut Meutia.
“Kami berharap kelompok dukungan ini dapat terus dikembangkan sehingga pasien memperoleh manfaat tidak hanya dari pelayanan medis, tetapi juga dari edukasi dan dukungan sesama penderita” Tutup Kabid Diklat RSUD Cut Meutia, Yusrizal, SKM., M.Kes. (Red)















