Aceh Utara – Stok bahan kimia Poly Aluminium Chloride (PAC) di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Pase dilaporkan menipis. Kondisi ini berpotensi mengganggu proses pengolahan air bersih dan berdampak pada distribusi air ke masyarakat korban banjir.
Direktur Utama Perumda Tirta Pase, Imran, ST, Senin (15/12) menyebutkan, PAC merupakan bahan utama dalam proses penjernihan air baku. Jika pasokan tidak segera terpenuhi, kualitas dan kontinuitas suplai air bersih kepada masyarakat korban banjir di Aceh Utara dapat terganggu.
“Stok PAC saat ini hanya cukup untuk beberapa hari ke depan, persoalan ini sudah kami sampaikan kepada pejabat berwenang di Pemkab Aceh Utara,” ungkapnya.
Imran juga menambahkan, hampir seluruh jaringan pipa air yang rusak akibat banjir sudah diperbaiki seadanya dan operasional sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) sudah kembali beroperasi.

“Secara detail, stok PAC yang ada di gudang Tanggal 15 Desember 2025 sebanyak 190 sak atau sekira 4.750 Kg,” jelas Imran.
Stok bahan kimia PAC 4.750 kg atau 4.7 ton diperkirakan hanya dapat untuk memproduksi air bersih disejumlah IPA selama 4 hari kedepan.
“Sedangkan kebutuhan rata-rata PAC Perumda Tirta Pase yang diperlukan untuk memproduksi air bersih sebanyak 25.8 ton perbulan,” jelas Imran yang didampingi Direkrur Teknik Ferry.

Ditengah situasi yang tidak menentu pasca banjir dan kebutuhan air bersih sangat meningkat, manajemen Perumda Tirta Pase mengambil kebijakan untuk mengorder sebanyak 15 ton PAC dan saat ini masih dalam perjalanan.
“Kami terpaksa mengutang sebanyak 15 ton PAC kepada rekanan agar operasional produksi air bersih dapat dilakukan untuk sebulan kedepan,” kata Imran lagi.
Biaya Operasional Menipis
Tidak hanya stok bahan kimia PAC yang menipis, Perumda Tirta Pase juga mengalami masalah keuangan atau biaya operasional yang juga sudah menipis.
“Sebagian besar anggaran operasional yang tersedia sudah terpakai untuk memperbaiki seluruh jaringan pipa dan IPA yang rusak terendam banjir,” sebutnya.
Kini pihaknya mengalami kewalahan untuk memitigasi bencana disektor penyediaan air bersih kepada masyarakat korban banjir dan pelanggan lainnya, karena banyak anggaran yang terpakai untuk rehabilitasi jaringan pipa air pasca banjir.
Selain itu, kewajiban perusahaan untuk membayar gaji karyawan juga mengalami kendala, untuk November 2025, Perumda Tirta Pase tidak bisa membayar gaji karyawan secara penuh.
“Kondisi seperti ini harus mendapat perhatian penuh dari pemerintah, mengingat kebutuhan air bersih pasca banjir sangat meningkat, sementara kondisi operasional perusahan juga sedang sulit,” tutup Dirut Perumda Air Minum Tirta Pase, Imran, ST (Red)















