FKG USK Perkuat Integrasi One Health dalam Pendidikan Profesi Kesehatan

banner 120x600
banner 468x60

BANDA ACEH — Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala (FKG USK) memperkuat arah transformasi pendidikan profesi kesehatan dengan mendorong integrasi pendekatan One Health ke dalam kurikulum dan proses pembelajaran. Upaya tersebut diwujudkan melalui Guest Lecture bertajuk “Integrating One Health into Health Profession Education Towards Collaborative Curriculum in Indonesia” yang digelar Departemen Oral Biology FKG USK, Senin, 24 Agustus 2026, di Banda Aceh.

Kuliah tamu ini menghadirkan Dr. Nur Indah Binti Ahmad dari Malaysia One Health University Network (MyOHUN) dan Dewi Harfina dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai narasumber.

banner 325x300

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi forum akademik untuk memperkenalkan konsep One Health, tetapi juga menjadi ruang untuk membahas bagaimana pendekatan tersebut dapat diterjemahkan ke dalam pendidikan tenaga kesehatan di Indonesia.

Konsep One Health menempatkan kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan sebagai bagian dari satu ekosistem yang saling berkaitan. Karena itu, persoalan kesehatan tidak selalu dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan satu profesi atau satu disiplin ilmu.

Ancaman penyakit zoonotik, resistensi antimikroba, perubahan iklim, pencemaran lingkungan, hingga persoalan kesehatan masyarakat merupakan contoh masalah yang membutuhkan kerja bersama berbagai bidang keilmuan.

Dekan FKG USK menegaskan, perkembangan tantangan kesehatan global menuntut perubahan cara pandang dalam pendidikan tenaga kesehatan. Mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kompetensi sesuai profesinya, tetapi juga harus mampu memahami keterkaitan berbagai faktor yang memengaruhi kesehatan manusia dan lingkungan.

“One Health bukan hanya sebuah konsep, tetapi cara berpikir yang perlu mulai diintegrasikan ke dalam pendidikan tenaga kesehatan. Mahasiswa perlu dibekali kemampuan untuk melihat persoalan kesehatan secara lebih luas, bekerja secara kolaboratif, dan menghasilkan solusi yang berdampak bagi masyarakat,” ujar Dekan FKG USK.

Dari Interdisipliner Menuju Collaborative Learning

Wakil Rektor USK Bidang Akademik, Prof. Dr. Heru Fahlevi, SE., M.Sc., Ak., CA, yang membuka kegiatan tersebut, menekankan perlunya perubahan paradigma dalam pendidikan tinggi.

Menurut dia, pendidikan tidak cukup berhenti pada pendekatan interdisipliner yang mempertemukan berbagai bidang ilmu. Lebih jauh, mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman collaborative learning, yakni belajar dan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama dengan mahasiswa dari profesi dan disiplin ilmu yang berbeda.

Pendekatan tersebut dapat melibatkan mahasiswa kedokteran, kedokteran gigi, kedokteran hewan, kesehatan masyarakat, kehutanan, pertanian, kelautan, teknik, serta bidang keilmuan lainnya.

“Integrasi One Health harus mendorong mahasiswa untuk belajar bersama, memahami perspektif profesi lain, kemudian menyelesaikan persoalan secara kolaboratif,” menjadi salah satu penekanan dalam arah pengembangan pendidikan yang disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik.

Menurut Prof. Heru, persoalan kesehatan di masyarakat pada kenyataannya tidak mengenal batas-batas disiplin ilmu. Karena itu, lulusan perguruan tinggi harus dipersiapkan untuk mampu berkomunikasi, berkolaborasi, serta membangun solusi bersama.

Jangan Berhenti pada Seminar

Prof. Heru juga menekankan bahwa implementasi One Health di lingkungan perguruan tinggi harus menghasilkan keluaran yang nyata. Konsep tersebut, kata dia, jangan berhenti pada kegiatan seminar, kuliah tamu, atau penandatanganan nota kesepahaman.

Kolaborasi akademik diharapkan berkembang menjadi kurikulum bersama, penelitian lintas disiplin, pengabdian kepada masyarakat, policy brief, inovasi, hingga rekomendasi kebijakan yang dapat digunakan untuk menjawab persoalan kesehatan dan lingkungan di masyarakat.

Dengan demikian, One Health tidak hanya menjadi wacana akademik, tetapi dapat menjadi pendekatan yang menghasilkan aksi dan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan bagi perguruan tinggi yang memiliki sumber daya akademik dari berbagai disiplin. USK memiliki peluang untuk membangun ekosistem pembelajaran dan penelitian yang mempertemukan berbagai keahlian dalam satu kerangka kerja kolaboratif.

Memperkuat Jejaring Internasional

Kehadiran narasumber dari MyOHUN dan BRIN juga memperluas ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi Indonesia dan jejaring One Health internasional.

Bagi FKG USK, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi pendidikan, memperluas jejaring akademik, serta meningkatkan kapasitas sivitas akademika dalam memahami isu kesehatan global.

Di tingkat pendidikan profesi, pendekatan tersebut dinilai penting karena tenaga kesehatan masa depan akan menghadapi persoalan yang semakin kompleks. Kemampuan bekerja secara individual dalam satu bidang keahlian perlu dilengkapi dengan kemampuan membangun komunikasi dan kolaborasi dengan profesi lainnya.

Pada akhirnya, keberhasilan pendekatan One Health tidak hanya diukur dari seberapa banyak kegiatan akademik yang dilakukan, tetapi dari kemampuan perguruan tinggi melahirkan lulusan, riset, inovasi, dan kebijakan yang mampu memberikan dampak nyata.

Karena itu, Guest Lecture tersebut diharapkan menjadi titik awal terbentuknya jejaring kolaborasi yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Semangat “One Health, One Future” menjadi pijakan FKG USK dalam mendorong pendidikan kesehatan yang lebih terintegrasi. Pendekatan ini menempatkan kesehatan manusia dalam hubungan yang tidak terpisahkan dengan kesehatan hewan, lingkungan, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat.

FKG USK berkomitmen menjadikan pendekatanOne Health sebagai bagian dari penguatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Langkah tersebut diarahkan untuk melahirkan tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten dalam bidang profesinya, tetapi juga mampu bekerja lintas disiplin dalam menghadapi tantangan kesehatan masa depan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *