Iran Tangkap Agen Mossad yang Menyamar sebagai Imam Selama 15 Tahun

Otoritas keamanan Iran meringkus Shimon Deravi agen mossad yang menyamar sebagai imam selama 15 tahun di Iran
banner 120x600
banner 468x60

Teheran – Otoritas keamanan Iran dilaporkan menangkap Shimon Deravi yang diduga merupakan agen intelijen Israel, Mossad, setelah menyamar sebagai pemuka agama (imam) selama sekitar 15 tahun.

Shimon Deravi adalah sosok yang dikenal sebagai “Syekh “Imami al-Hadi” itu akhirnya diketahui bernama asli Shimon Deravi, seorang perwira di Mossad Israel

banner 325x300

Menurut laporan yang beredar di sejumlah media daring, pria tersebut dikenal masyarakat dengan identitas religius dan aktif memimpin kegiatan keagamaan di kota-kota seperti Qom dan Teheran.

Ia bahkan disebut rutin memberikan ceramah, fatwa, serta memiliki pengikut di platform digital.

Identitas asli pria itu disebut-sebut terungkap sebagai bagian dari operasi kontra-intelijen yang dilakukan aparat keamanan Iran.

Penangkapan ini diklaim sebagai keberhasilan dalam membongkar dugaan infiltrasi jangka panjang oleh badan intelijen asing.

Namun demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran melalui kantor berita besar internasional terkait detail kasus penyamaran selama 15 tahun tersebut.

Sejumlah laporan serupa sebelumnya juga kerap muncul dalam konteks ketegangan antara Iran dan Israel.

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran memang meningkatkan operasi terhadap dugaan jaringan mata-mata. Pemerintah Iran menyatakan telah menangkap puluhan hingga ratusan orang yang dituduh memiliki hubungan dengan Mossad, terutama setelah meningkatnya konflik regional.

Bahkan, dalam laporan terbaru, Iran juga mengeksekusi sejumlah individu yang dinyatakan bersalah atas tuduhan spionase untuk Israel, sebagai bagian dari langkah tegas terhadap ancaman keamanan dalam negeri seperti yang dikutip The Times of India.

Meski begitu, pihak Israel kerap membantah tuduhan tersebut dan menyebut sebagian klaim Iran sebagai propaganda politik di tengah konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.

Kasus dugaan penyamaran sebagai tokoh agama ini, jika terbukti akurat, akan menjadi salah satu operasi infiltrasi paling panjang dan sensitif, mengingat posisi imam memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Iran. (Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *