Taheran – Rudal jelajah Tomahawk cruise missile, yang selama ini menjadi tulang punggung serangan jarak jauh Amerika Serikat, kini disebut menghadapi tantangan baru dalam bentuk upaya rekayasa balik oleh Iran.
Dalam laporan yang beredar di kalangan militer, rudal Tomahawk-yang kerap dijuluki “kapak perang” karena daya hancurnya dikenal memiliki kemampuan terbangsangat rendah serta mengikuti kontur permukaan bumi (terrain matching), menjadikannya sulit dideteksi oleh sistem pertahanan udara konvensional.
Namun, dalam dinamika konfrontasi terbaru, jaringan pertahanan udara terintegrasi dan sistem perang elektronik Iran diklaim telah menunjukkan bahwa rudal tersebut tidak lagi “tak terlihat” seperti sebelumnya.
Analis menilai, kekhawatiran terbesar di Washington bukan sekadar kemungkinan Iran menyalin teknologi Tomahawk, melainkan potensi pengembangan generasi baru rudal jelajah yang lebih cerdas, berjangkauan lebih jauh, dan memiliki kemampuan siluman lebih tinggi melalui kombinasi teknologi hasil rekayasa dan pengetahuan domestik.
Sebelumnya, Iran juga disebut telah menunjukkan kapasitasnya dalam bidang ini melalui rekayasa balik pesawat nirawak seperti Lockheed Martin RQ-170 Sentinel, yang menjadi indikasi kemampuan tinggi dalam menganalisis dan mengembangkan teknologi udara canggih. (Red)















